Minggu, 16/06/2019 17:30 WIB
  • Properti

Ekspansi ke Afrika Barat, WIKA Bangun Istana Presiden Republik Niger

Selasa, 14/08/2018 13:14 WIB
Ekspansi ke Afrika Barat, WIKA Bangun Istana Presiden Republik Niger Kontrak proyek pembangunan Istana Presiden Niger oleh WIKA

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (kode emiten: WIKA) memperluas pasar ke Afrika Barat dengan meneken kontrak proyek pembangunan renovasi Istana Kepresidenan Republik Niger. Kontrak tersebut ditandatangani Direktur Operasi Luar Negeri Perseroan Destiawan Soewardjono dan Chief of Cabinet Republic of The Niger Ouhomoudou Mahamadou, dengan nilai 23,665 juta euro atau setara Rp370 miliar.

Acara yang berlangsung selama 30 menit di Istana Presiden Niger tersebut, didahului dengan pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia AM Fachir, Duta Besar RI untuk Nigeria merangkap Niger Harry Purwanto, Destiawan dan Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Daniel Tumpal dengan Presiden Niger Issoufou Mahamadou.

Destiawan mengatakan berterima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Niger atas kepercayaan dan dukungannya kepada WIKA selaku BUMN pertama di Indonesia yang berpartisipasi dalam program pembangunan negara tersebut.

Kerja sama ini pertama kali digagas saat Presiden Niger melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Oktober 2017, dimana Indonesia memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Niger dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur, yang diinisiasi dengan proyek renovasi istana presiden ini.

Proyek Renovasi Palais Presidentiel atau Istana Presiden merupakan entry point bagi WIKA untuk masuk ke pasar Afrika Barat. Dimana WIKA saat ini telah eksis lebih dari 10 tahun di beberapa negara di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara dengan portofolio proyek-proyek infrastruktur dan gedung.

"WIKA kini semakin dikenal luas di pasar international setelah berhasil menyelasaikan beberapa proyek besar, seperti East-West Motorway Project di Aljazair sepanjang 400 km dari 1.260 km di bawah COJAAL. Sehingga kami optimis dengan pengalaman kami di Aljazair dapat memberikan juga hasil serta performa yang tinggi kepada Pemerintah Niger," ungkap Destiawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Dalam diskusi terbatas, Presiden Niger memberikan sinyal positif dan mengundang WIKA kembali untuk berpartispasi dalam sektor energi dengan rencana pembangunan power plant, perumahan rakyat dan pembangunan rel kereta api, sebagai bagian dari program rencana jangka panjang Trans Afrika. Sehingga Ini merupakan kesempatan sangat baik dan momen tepat bagi WIKA untuk memperkuat eksistensinya di wilayah Afrika Barat.

Pada kuartal kedua ini, WIKA telah membukukan kontrak luar negeri sebesar Rp1,099 triliun dengan target kontrak baru senilai Rp6,4 triliun di akhir tahun ini, "Kami yakin bahwa target-target perolehan proyek baru dari beberapa negara seperti Filipina, Aljazair serta Timor Leste akan kami dapatkan di 2-3 bulan ke depan ini", lanjut Destiawan.

Selain Niger, saat ini WIKA, sambung Destiawan juga melirik negara-negara lainnya di Afrika, seperti Nigeria, Angola, Mauritania dan Ethiopia. Dengan dukungan dan kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia yang diwakili Kementerian Luar Negeri dan Bank Exim Indonesia dari sisi finansial, WIKA sangat yakin dengan kompetensi, pengalaman dan kemampuan SDM-nya untuk dapat berkompetisi dengan negara-negara lainnya.

"Kunjungan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi WIKA untuk dapat meningkatkan kerja sama strategis di beberapa sektor industri, dengan melihat langsung potensi dan peluang di negara ini. WIKA siap dan yakin dapat mendukung kemajuan infrastruktur di Niger," pungkas Destiawan.