Senin, 20/05/2019 04:00 WIB
  • Properti

PP Siap Menjadi Bagian Holding BUMN Perumahan

Kamis, 31/01/2019 07:03 WIB
PP Siap Menjadi Bagian Holding BUMN Perumahan PT PP (Persero)

JAKARTA - PT PP (Persero)  mengembangkan kepak bisnis dengan bergabung ke perusahaan induk (holding) BUMN sektor perumahan.Meski demikian, korporasi tetap konsisten melaksanakan strategi bisnis yang sudah dicanangkan pada 2019.

"Sekalipun bergabung dengan holding perumahan, namun tidak mengubah strategi bisnis 2019," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Lukman Hidayat di Jakarta, Rabu (30/1) .

Hal tersebut disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa 2019 dalam rangka pembentukan holding BUMN sektor perumahan dan pengembangan kawasan, yang dihadiri seluruh direksi dan dewan komisaris.

Dalam RUPS tersebut pemegang saham perseroan menyetujui perubahan dasar perseroan dengan penghapusan status persero menjadi non persero.

Dikatakan Lukman, perseroan akan bergabung dan bersinergi dengan sejumlah BUMN lainnya dalam holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan, yaitu PT Wijaya Karya Tbk, PT Amarta Karya, PT Bina Karya, dan PT Indah Karya.

Sebanyak 51 persen Saham Seri B milik pemerintah dialihkan sebagai penyertaan modal negara ke dalam saham Perum Perumnas, sedangkan Saham Seri A tetap dimiliki oleh pemerintah.

Menurutnya, dengan bergabungnya PP dalam holding justru akan memperkuat posisi perseroan dalam rangka menciptakan nilai tambah dan optimalisasi pengembangan bisnis yang akan memberikan dampak bagi masyarakat dan pemerintah.

"Dengan terbentuknya holding ,maka akan meningkatkan kapasitas pendanaan, peningkatan capex, peningkatan pendapatan, peningkatan efisiensi biaya, serta menambah laba serta ekuitas," kata Lukman.

Dikatakan pula, bersinerginya BUMN sektor perumahan juga akan meningkatkan kemampuan bisnis antarlini usaha sehingga lebih efisien dan tercipta kondisi finansial sehat, sekaligus memperbesar peluang ketersediaan dana untuk membangun perumahan nasional serta mengatasi kekurangan perumahan.

"Kita berharap holding sektor Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan dapat menjadi `champion city developer`," katanya.