Senin, 20/05/2019 04:01 WIB
  • Umum

Faisal Basri: Jalan Tol Bukan Solusi Tekan Biaya Logistik

Jum'at, 15/02/2019 08:51 WIB
Faisal Basri: Jalan Tol Bukan  Solusi Tekan Biaya Logistik Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri

JAKARTA-Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyebut jalan tol bukanlah solusi efektif untuk menurunkan biaya logistik.

"Jalan tol bukan solusi untuk logistik. Kalau memperlancar mudik iya, tapi tidak untuk logistik. Indonesia akan hebat kalau logistiknya pindah dari truk ke kapal," katanya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Faisal mengatakan biaya logistik akan turun signifikan jika ada perpindahan dari transportasi darat ke laut.  Pasalnya, hanya sekitar 10 persen saja logistik di Indonesia yang diangkut lewat laut. Sisanya,masih diangkut dengan truk sehingga membuat ongkos logistik menjadi mahal.

"Laut itu membuat murah. Mahal itu karena diangkut pakai truk, lewat Tol Trans Jawa-Trans Sumatera. Ongkos angkut dengan truk kan per kilogram mahal, muatnya juga sedikit. Bandingkan dengan mangga Brazil yang ongkos angkutnya bisa sampai nol karena kapal bisa bawa sampai 20 ribu ton," katanya.

Faisal sendiri mengakui pembangunan infrastruktur jalan tol memang mengurangi biaya logistik, terlebih jika nanti ada penyesuaian tarif. Jalan tol juga disebutnya bisa memangkas waktu tempuh perjalanan.

"Namun, tidak signifikan mengurangi biaya logistik secara nasional. Mungkin biayanya lebih murah dibandingkan sebelumnya tapi kita akan kalah saing dengan produk luar negeri," katanya.

Ia mencontohkan saat ini pabrik obat di Medan lebih memilih mengimpor botol obat dari Guangzhou ketimbang membeli barang serupa dari Jawa.

Pasalnya, harga botol di Jawa mencapai 827 dolar AS per kontainer sementara barang serupa dari China hanya 600 dolar AS per kontainer.

"Jadi ya turun (biaya logistik) tapi tidak akan mampu melawan rendahnya harga produk yang dikirim dari luar negeri lewat laut," tuturnya.

Keywords :