Minggu, 16/06/2019 17:28 WIB
  • Umum

Menteri Amran Bertemu Penyuluh Pertanian se-Indonesia di Makassar

Rabu, 10/04/2019 11:18 WIB
Menteri Amran Bertemu Penyuluh Pertanian se-Indonesia di Makassar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bertemu penyuluh pertanian se-Indonesia di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sudiang Raya, Biring Kanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/4).

Sudiang - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, tampak sangat senang saat bertemu penyuluh pertanian se-Indonesia di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sudiang Raya, Biring Kanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/4).

"Kami hadir bukan saja sebagai menteri pertanian, tapi senior penyuluh pertanian republik Indonesia," ujar Amran dalam acara Apresiasi dan Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan.

Putra kelahiran, Bone, Sulawesi Selatan itu mengatakan, kinerja pertanian selama 4,5 tahun di bawah kepemimpinan Jokowi-JK meningkat berkat kerja keras siang dan malam penyuluh pertanian Indonesia.

Dari sisi inflasi, pada periode 2014-2017, inflasi pangan dari sektor pertanian mengalami penurunan signifikan. Pada periode tersebut, inflasi pangan turun 88,1 persen, dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen.

"Inflasi pangan 2014 sebesar 10,5 persen, turun menjadi 1,26 persen di 2017. Untuk turunkan 0,5 persen saja sulit. Ini pertama dalam sejarah. Inflasi menurun, daya beli masyarakat meningkat," kata dia.

Nilai ekspor pertanian sepanjang 2016-2018 juga mengalami kenaikan. Nilai ekspor pertanian pada 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, naik 29,7 persen menjadi Rp 499,3 triliun di 2018.

Untuk investasi di sektor pertanian pada periode 2013-2018 mengalami kenaikan 110,2 persen dengan nilai total Rp 270,1 triliun. Pada 2013, nilai investasi di sektor ini sebesar Rp 29,3 triliun, namun pada 2018 sebesar Rp 61,6 triliun.

Sementara untuk PDB pertanian, pada periode 2013-2018 juga naik signifikan yaitu 47,2 persen dengan akumulasi kenaikan sebesar Rp1.375,2 triliun. Pada 2013, PDB pertanian sebesar Rp 994,8 triliun, sedangkan di 2018 menjadi Rp 1.463,9 triliun.

"Nilai produk pertanian naik, mendongkrak kesejahteraan petani. Kenaikan Rp1.375 triliun ini setara dengan separuh dari APBN. Ini hasil kerja kita," tegas Amran.

Terakhir, Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2018 sebesar 112,00 atau naik 0,18 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

"Kalau ada yang mengatakan harga pangan mahal, itu harga yang tidak terukur. Kemiskinan kita sudah menurun, masuk dua digit. Itu pertama dalam sejarah indonesia. Itu fakta yang tidak terbantahkan," tegas Amran.

Keywords :