Minggu, 16/06/2019 17:30 WIB
  • Umum

Setelah S-400, Turki-Rusia Lanjut Kerjasama S-500

Minggu, 19/05/2019 17:57 WIB
Setelah S-400, Turki-Rusia Lanjut Kerjasama S-500 Peluncur untuk rudal anti-pesawat S-400 (Foto: Kementerian Pertahanan Federasi Rusia)

Ankara, Etoday.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan, Turki dan Rusia akan bersama-sama memproduksi sistem pertahanan S-500 setelah Ankara melakukan pembelian kontroversi sistem pertahanan rudal S-400 dari Moskow.

Keingin Turki memboyong S-400 semakin memperkeruh hubungan yang sudah tegang dengan Amerika Serikat, setelah berulang kali memperingatkan Ankara tentang risiko, termasuk sanksi, jika masih keukeuh mengimpor S-400.

"Kami sudah melakukan pembelian itu (S-400) . Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi. Kami tidak akan mundur," tegas Erdogan dalam sebuah forum di Istanbul, Sabtu (18/5).

"Setelah kami menyelesaikan pembelian S-400, bakal dilaksanakan produksi bersama sistem rudal S-500," beber mantan Perdana Menteri Turki tersebut.

Hubungan Turki dengan AS yang sama-sama menjadi anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) itu sudah memanas tak hanya karena pembelian S-400.

Hubungan antara Turki dan AS, yang merupakan sekutu anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) sudah memanas bukan saja karena S-400. Sebelumnya, Ankara sudah meradang sejak AS mendukung Kurdi ysng mereka sebut teroris.

Selain itu, Antara juga geram karena ketidakinginan AS mengejstradisi dalang kudeta yang gagal du Turki 2016.

Washington mengatakan kesepakatan dengan Moskow adalah ancaman bagi pertahanan Barat. Pada April, AS menghentikan pengiriman jet tempur siluman F-35 ke Turki dalam upaya untuk menghentikan pembelian.

Pilot Turki berada di AS menerima pelatihan tentang F-35, yang diproduksi Lockheed Martin. Ankara diperkirakan akan membeli total 100 jet.

Erdogan mengatakan Turki melakukan studi teknis di tengah kekhawatiran AS tentang kompatibilitas S-400 dan F-35 tetapi menemukan tidak ada masalah. Dia juga bersikeras "cepat atau lambat" Turki akan menerima jet F-35.

Meskipun ada ancaman sanksi, Erdogan mengulangi bahwa S-400 diperkirakan akan dikirim pada Juli.

"Mereka (AS) mengoper bola di lini tengah sekarang, menunjukkan keengganan. Tapi cepat atau lambat, kami akan menerima F-35. (AS) tidak mengirimkannya bukan pilihan," katanya.