Kamis, 21/11/2019 06:14 WIB
  • Umum

Kisah Cinta Habibie Ainun, Mulai Hijab Sampai Puisi Romantis

Rabu, 11/09/2019 18:49 WIB
Kisah Cinta Habibie Ainun, Mulai Hijab Sampai Puisi Romantis Foto semasa muda Habibie Ainun (Foto: Instagram)

Jakarta - Rasanya ingatan kita melayang pada kepergian Ainun Habibie sembilan tahun yang lalu. Menjadi saksi betapa sang suami BJ Habibie begitu kehilangan. Taman Makam Pahlawan Kalibata menjadi saksi kedatangan Habibie untuk menengok pusara istri tercinta.

Kini, suami tercinta Ainun telah menyusulnya. Namun kisah cinta mereka tak akan pernah hilang oleh waktu. Kisah cinta presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie bersama sang istri, Hasri Ainun selalu menarik untuk disimak kembali. Kesetiaan dan cinta Habibie terhadap Ainun menjadi inspirasi buat pasangan lainnya.

Kepergian Hasri Ainun untuk selama-lamanya sudah menginjak tahun ke-sembilan. Walaupun sudah sembilan tahun berpisah, Habibie masih merindukan istri tercintanya itu. Bahkan dia mengaku rindu dengan segala omelan Ainun.

Meski sering dimarahi, Habibie mengatakan tetap berusaha menjadi sosok baik, sehingga keduanya jarang bertengkar.

Rasa cinta Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie kepada mendiang sang istri, Hasri Ainun Besari kiranya tetap bersemayam di hati. Mantan Presiden ke-3 Indonesia itu kerap menaruh hijab putih gading Ainun di bawah bantalnya setiap hendak tidur.

Hijab itu punya cerita. Kain tipis dengan warn dengan beberapa bordir sepanjang sisinya merupakan hijab terakhir yang digunakan Ainun sebelum menghembuskan nafas terakhir di Muenchen, Jerman.

Tahun lalu saat memeringati delapan tahun kepergian Ainun, Habibie pernah menuliskan puisi yang dipersembahkan untuk Ainun. Demikian syairnya:

Ragamu di taman Pahlawan bersama para pahlawan bangsa lainya
Jiwa, roh, batin dan nuranimu telah menyatu dengan saya
Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun

Tetap manunggal, menyatu dan tak terpisahkan lagi sepanjang masa
Bibit cinta Illahi, kami siram dengan kasih sayang, nilai iman, taqwa dan budaya.

Murni, suci, sejati sempurna dan abadi sepanjang masa
Lindungilah kami dari segala godaan gangguan yang mencemari cinta kami
Perekat jiwa, roh, batin dan nurani, kami menjadi satu dan manunggal
Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun Ainun dan Habibie

Mengatasi tantangan badai kehidupan, berlayar ke akhirat dimensi apa saja
Dipisahkan maut sewindu yang lalu, namun tetap manunggal sampai akhirat
Mengatasi segala tantangan dan perubahan bersama sesuai kehendak Mu Allah SWT.

Semoga puisi ini bisa menjadi penguat bagi pasangan lainnya dalam menjalani kehidupan bersama hingga maut yang memisahkan.