Selasa, 19/11/2019 05:38 WIB
  • Umum

Erdogan: Kami akan Terus Gempur "Sekutu" AS

Selasa, 15/10/2019 09:06 WIB
Erdogan: Kami akan Terus Gempur "Sekutu" AS Presiden Turki Tayyip Erdogan (Foto: Gulftoday)

Ankara - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki tidak akan mundur dari serangannya terhadap militan Kurdi di timur laut Suriah terlepas dari komentar apa pun dari negara lain.

Pernyataan itu disampaikan Erdoga dalam pidatonya di sebuah konferensi bisnis di ibukota Azerbaijan, Baku, Senin (14/10). Ia mengatakan operasi militer akan berlanjut hingga kemenangan akhir tercapai.

"Kami bertekad untuk melanjutkan operasi hingga akhir, tanpa memperhatikan ancaman. Kami benar-benar akan menyelesaikan pekerjaan yang kami mulai. Pertempuran kami akan berlanjut sampai kemenangan akhir tercapai," jelas Erdogan.

Erdogan juga mengecam Uni Eropa dan Liga Arab karena mengkritik operasi Turki dan menyerukan dana internasional untuk rencana zona aman Ankara di Suriah timur laut.

Pasukan militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), melancarkan invasi lintas-perbatasan yang terancam lama ke timur laut Suriah pada 9 Oktober dalam upaya menggulingkan militan Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat. (YPG) untuk mendorong mereka menjauh dari daerah perbatasan.

YPG merupakan tulang punggung Pasukan Demokrat Suriah (SDF), sebuah aliansi anti-Damaskus dari para militan Kurdi.

Ankara memandang YPG yang didukung Ameirka Serikat (AS) sebagai organisasi teroris yang terikat dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang didirikan di rumah, yang telah terlibat dalam separatisme bersenjata di Turki sejak 1984.

Washington sejak dulu pemasok senjata kepada para militan YPG dan SDF. Ia menyebut  mereka sebagai mitra kunci dalam perang yang diduga melawan kelompok teroris Takfiri Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh) di Suriah.

Dilansir dari Presstv, banyak pengamat melihat dukungan Washington terhadap YPG dan SDF sebagai bagian dari rencana AS untuk mengukir pijakan di negara Arab.