Selasa, 19/11/2019 04:42 WIB
  • Umum

Jerman Bikin Kapok Warganya yang Terpapar ISIS

Selasa, 15/10/2019 19:39 WIB
Jerman Bikin Kapok Warganya yang Terpapar ISIS Islamic State Iraq and Syria (ISIS) menggelar parade di Raqqa pada bulan Juni 2014 (Photo credit: Reuters)

Berlin - Jerman tidak akan memulangkan warganya yang sudah menjadi anggota Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh) di utara Suriah, meskipun ada desakan dari pemimpin Amerika Serikat  (AS) maupun Turki.

Saat konferensi pers di Berlin, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman, Steve Alter menegaskan bahwa pemerintah memiliki tiga kriteria dalam menyelesaikan masalah pemulangan tentara ISIS.

"Pertama-tama, tidak akan ada penerimaan penuh, setiap kasus akan diperiksa secara individual," tegas Alter.

"Kedua, identitas orang yang dipulangkan harus jelas dan dapat dibuktikan. Terakhir, siapa pun yang dipulangkan tidak boleh menjadi ancaman bagi masyarakat di sini," lanjut dia.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali meminta Jerman dan negara-negara Eropa lainnya untuk memulangkan warga negara mereka setelah lebih dari 800 pejuang teroris asing ditangkap di Suriah.

Di antara mereka yang ditahan di penjara di utara Suriah, setidaknya 60 pejuang Daesh melakukan perjalanan ke wilayah itu dari Jerman, dan 40 di antaranya memiliki paspor Jerman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengkritik negara-negara Eropa - termasuk Jerman- karena menentang operasi antiteror Turki yang sedang berlangsung di utara Suriah dan menolak untuk memulangkan pejuang Daesh ke negara-negara mereka.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk mengusir teroris dari perbatasannya, membantu repatriasi yang aman bagi pengungsi Suriah, dan menjamin integritas teritorial Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK -yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa- bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. (aa)